Latest Posts

Tampilkan postingan dengan label Onecoin Pencucian Uang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Onecoin Pencucian Uang. Tampilkan semua postingan

Regulator Belgia Mengeluarkan Peringatan Tentang Skema Investasi Bodong OneCoin

1 komentar:
PERINGATAN
Sebuah lembaga regulasi di Belgia telah mengeluarkan peringatan tentang bahaya bisnis investasi OneCoin, produk mata uang digital yang telah sering menerima tuduhan penipuan.
Pemberitahuan, diterbitkan akhir pekan ini , otoritas Regulator telah menyatakan bahwa OneCoin adalah lembaga investasi "palsu dan menyesatkan".
Meskipun Onecoin mengklaim dapat pengakuan Layanan dan Otoritas Pasar Keuangan (FSMA). Namun perlu dicatat dengan baik bahwa FSMA tidak punya kekuatan peraturan untuk berbicara dalam kaitannya dengan mata uang digital.  Ini sebuah peringatan akan bahaya penipuan berkedok mata uang digital yang dilakukan OneCoin secara  terstruktur. Apalagi OneCoin mengembar-gemborkan bahwa pendiri OneCoin Dr Ruja  Ignatova adalah  penasihat dan “orang dalam” di FSMA. Itu sebuah pembohongan publik dengan tujuan untuk menghimpun dana masyarakat global secara illegal.
Pemberitahuan berbunyi:
"Orang-orang tertentu baru saja mempromosikan OneCoin, dikatakan sebagai mata uang virtual berdasarkan kriptografi  di Belgia. The FSMA ingin memperingatkan masyarakat bahwa OneCoin belum menerima segala bentuk pengakuan apapun dari FSMA. Hal yang sama berlaku dari orang-orang yang mempromosikan OneCoin: Mereka tidak memegang otorisasi atau bentuk lain dari pengakuan dari FSMA. "
OneCoin mengembangkan sistem multi level marketing di mana orang membeli paket "token" yang kemudian dapat ditebus untuk akses ke platform "tambang". Marketing plan OneCoin menawarkan bonus yang signifikan bagi mereka yang bisa merekrut orang lain untuk mendaftar jadi member. Ini adalah karakteristik  dari -skema piramida dimana keuntungan terbesar mengalir ke orang-orang di struktur teratas.
Peringatan lanjut oleh FSMA ini secara keseluruhan menghimbau publik tentang kehati-hatian terkait bisnis mata uang digital secara keseluruhan berpatok pada kebijakan cybersecurity dan risiko investasi bodong yang diterbitkan pada tahun 2014 dan 2015 oleh FSMA dan bank sentral Belgia.
Laporan menunjukkan bahwa regulator di seluruh dunia ternyata menerima peringatan dan pemberitahuan serupa tentang sepak terjang OneCoin dan janji-janji manis untuk meraih kekayaan secara cepat.
Seperti dilansir kantor berita Bangladesh Bangla Tribune, sekelompok individu yang terlibat dalam promosi skema multi-level marketing OneCoin ditangkap pada pertengahan Juni. Penangkapan dilaporkan melibatkan pasukan kontra-terorisme negara.
Regulator Jerman juga mengawasi OneCoin. Surat kabar utama Jerman Der Spiegel melaporkan pada awal Juni bahwa Otoritas Pengawasan Keuangan Federal (BaFin), jasa keuangan utama regulator negara itu telah membuka penyelidikan terhadap onecoin.
Situs berita MLM yakni BehindMLM sebelumnya telah melaporkan ada regulator lainnya di Eropa yang sedang menyelidiki OneCoin juga.

Sumber: http://www.coindesk.com/belgium-onecoin-investment-warning/
Read More

Rekening OneCoin Di Singapura Telah Ditutup

3 komentar:

Onecoin Makin Tersudut !


Onecoin Makin Tersudut. Salah satu rekening penampung dana Onecoin di UOB Singapura, kini kabarnya telah diblokir. Tidak hanya itu, beberapa rekening di sejumlah bank lain juga bernasib serupa. Misalnya saja sebelumnya, baik di Deuthsche Bank, di bank Hongkong, dan juga masih banyak yang lain.
Dengan ditutupnya rekening bank di Singapore United Overseas atas nama Vernada Trading Pte. Ltd, kini hanya tersisa satu rekening di Bank of Africa saja. Tepatnya berlokasi di Tanzania dengan nama IMS Marketing Tanzania Limited. Namun, belakangan juga pihak onecoin telah membuka rekening baru lagi di Cyprus.
Pihak perbankan sendiri di dunia, nampak makin berhati-hati terhadap praktek ponzi Onecoin. Hal itu makin dipicu dengan banyaknya peringatan di berbagai negara tentang hal ini. Selain itu, pihak berwenang di beberapa negara juga telah mulai menginvestigasi langsung praktek Ponzi Onecoin yang berkedok klaim sebagai cryptocurrency.
Beberapa pihak yang memberikan peringatan tersebut adalah, Badan Perlindungan Konsumen PolandiaBadan Perlindungan Konsumen Jerman, dan juga pihak FSMA Belgia. Di Pakistan, Komisi bursa efek disana juga memberikan peringatan senada. Di Bangladesh, pemerintah disana juga bahkan telah menangkap dua investor Onecoin dengan tuduhan terorisme.
Di Swedia, pihak berwenang telah mulai melakukan penyidikan tentang praktek Ponzi Onecoin. Sedangkan di China, menyatakan bahwa Onecoin terlibat dalam skema piramida illegal. Sementara pada beberapa waktu lalu, Otoritas Moneter Singapura bahkan telah mencantumkan Onecoin dalam daftar hitam mereka.
Jika keseluruhan rekening untuk praktek Ponzi Onecoin ini telah diblokir, maka dapat dibayangkan apa yang terjadi nantinya. Keseluruhan pembayaran untuk membernya akan macet total. Dan hingga sampai saat inipun tidak ada merchant yang menerima Onecoin sebagai alat pembayaran secara publik. Hampir tidak dapat dibuktikan bagaimana mereka dapat melakukannya, jika mereka adalah cryptocurrency abal-abal semata.
Cukup berbeda dengan cryptocurrency yang sebenarnya, pengguna dapat leluasa untuk bertransaksi. Untuk kirim dan terima koin juga dapat dilakukan dengan mudah, dari mana saja. Merchant di banyak Negara di dunia, telah banyak yang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Sedangkan marketplace atau bursa Bitcoin, juga tersedia cukup banyak. Pengguna tidak perlu repot dan susah untuk menukarkan Bitcoin dengan berbagai mata uang kertas, atau menukarkannya dengan mata uang cryptocurrency lainnya.
Hal itu dapat mudah dilakukan, karena memang merupakan cryptocurrency yang sebenarnya. Sehingga berbagai jenis aplikasi yang memudahkan, blockchain yang bersifat publik, keamanan, sifat dan trasparansi yang ditunjukkannya membuat orang menjadi cukup nyaman.
Sementara itu, bursa xCoinx yang di klaim sebagai bursa Onecoin yang bersifat publik, pada dasarnya adalah milik Onecoin sendiri. Pihak Onecoin nampaknya juga meningkalkan proyek bursa xCoinx tersebut, dan tetap menjalankan pertukarannya secara internal saja pada backoffice mereka.
Kenyataan yang ada ini, jelas membuat Onecoin makin tersudut. Ruang geraknya makin sempit. Bahkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mereka kini gencar untuk mencari jalan alternatif lain. Pihak Onecoin kini mulai menyamarkan penjualan Onecoin mereka dengan pembelian paket edukasi, berbonus token. Hal tersebut harus dilakukan, karena memang ruang geraknya yang makin sempit, juga untuk menyamarkan kegiatan Ponzi mereka. Bahkan, member pun makin tidak berkutik pada akhirnya. Karena investasi mereka digunakan hanya untuk membeli pake edukasi saja, bukan Onecoin.
Read More

Paket Membabi-buta Onecoin Untuk Terus Gaet Member Baru

Tidak ada komentar:

Paket Membabi-buta Onecoin Untuk Terus Gaet Member Baru – Makin Jadi Pertanda Saat Perputaran Uang Makin Besar

Paket Membabi-buta. Ponzi Onecoin / Onelife (nama baru), beberapa waktu lalu merilis dua program paket baru. Kedua paket baru itu adalah Ultimate Package dan Tycoon Plus Trader Package. Nilainya juga luar biasa fantastis, Ultimate Package senilai 118.000 Euro, dan Tycoon Plus Trader seharga 7.500 Euro.
Bagi yang sudah cukup mengerti bagaimana skema Ponzi bekerja, tentu saja ini harus dilakukan tatkala roda perputaran uangnya menjadi cukup besar. Artinya, mereka makin membutuhkan dana baru yang lebih besar untuk menutup pengeluaran dana member lamanya.
Seperti skema Ponzi pada umumnya, jika sudah mencapai tahap ini, yang dilakukan adalah dengan mengeluarkan program-program baru. Berusaha menarik member baru dengan embel-embel program yang lebih menguntungkan. Namun sebenarnya, ini dilakukan karena roda Ponzi yang dijalankan semakin membutuhkan arus dana yang lebih besar lagi.
Paket membabi-buta Onelife baru ini, tentu saja menjadi pertanda, bahwa perputaran dana mereka makin membutuhkan dana baru yang selalu harus lebih besar untuk menutupi dana member lama mereka. Atau bisa dibilang, dana baru yang lebih besar itu, dibutuhkan untuk menutup member yang menarik dana.
Cara Kerja Skema Ponzi – Selalu membutuhkan dana baru lebih besar
Skema Ponzi semacam ini, pada akhirnya akan ambruk, jika dana baru dari member baru mereka tidak bisa lagi mencukupi penarikan dana member lama. Dalam hal ini, pihak Onecoin/Onelife berusaha mengajak untuk mengupgrade paket membernya menjadi lebih besar.
Meski tidak harus dengan member baru, namun paket membabi-buta baru ini jelas berusaha menarik dana segar yang lebih besar kepada para member mereka. Agar skema ini dapat berjalan lebih lama, kegiatan rekrut member baru terus harus dilakukan.
Di lain hal, Ponzi ini makin mendapat banyak nada negatif. Beberapa pihak telah mengeluarkan statemen agar berhati-hati terhadap Onecoin ini. Beberapa waktu lalu, Bruce Fenton dari Bitcoin Foundation juga membuat petisi akan bahaya Ponzi Onecoin. Berusaha meminta para penegak hukum untuk melakukan penyidikan terhadap Onecoin.
Read More

Bruce Fenton Nilai Onecoin Berbahaya

Tidak ada komentar:

Bruce Fenton Nilai Onecoin Berbahaya – Minta Penegak Hukum Agar Investigasi Lebih Lanjut

Bruce Fenton. Direktur Eksekutif Bitcoin Foundation, Bruce Fenton, mulai angkat bicara tentang potensi bahaya laten Ponzi Onecoin. Ia bahkan menuliskan sebuah petisi. Dalam petisi itu, mengajak seluruh komunitas bitcoin untuk bersama-sama memberikan pernyataan bahwa memang Ponzi Onecoin cukup berbahaya dan akan memakan korban. Selanjutnya, meminta para penegak hukum dimanapun juga untuk mulai menginvestigasi praktek Onecoin.
Bruce Fenton menilai pola yang digunakan Onecoin adalah cara scammer klasik yang dipakai untuk menipu orang awam dengan menggunakan kata “Cryptocurrency”. Padahal Onecoin bukanlah Cryptocurrency.
Menurut Fenton, beberapa hal yang menjadi landasan mengapa Onecoin bukanlah Cryptocurrency adalah:
  • Memberikan janji imbalan yang cukup tinggi, sehingga itu dirasa mustahil.
  • Klaim mempunyai blockchain tanpa adanya bukti konkret yang benar-benar nyata dan dapat menjelaskan itu.
  • Tidak adanya transparansi kepada investor atau membernya.
  • Imbalan hasil hanya akan dirilis dalam beberapa bulan atau bahkan tahun, membuat para membernya tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi korban.
  • Pola pemasaran dan presentasi yang digunakan untuk menggaet member baru menggunakan informasi yang menyesatkan tentang pertambangan Cryptocurrency.
  • Token Onecoin terkunci dalam jangka waktu yang cukup lama. Seolah berusaha meyakinkan investor percaya nilai Onecoin di masa mendatang cukup tinggi. Hal ini sangat mustahil.
  • Menempatkan nilai-nilai fiktif karena memang tidak terdaftar di pasar cryptocurrency yang idependen seperti cryptocurrency pada umumnya.
Sampai sejauh ini, pihak Onecoin selalu menepis mereka tidak terdaftar di situs bursa koin kapitalisasi dan exchanger, karena mereka mempunyai dan membikin sendiri versi mereka. Tentu saja hal ini cukup aneh dan makin menandakan bahwa mereka memang bukanlah Cryptocurrency. Dari berbagai alasan itu, Fenton berusaha memberikan peringatan agar mempertimbangkan lebih jauh jika hendak terlibat dengan praktek Ponzi Onecoin.
Laju Skema Ponzi Onecoin Mulai Butuh Dana Lebih Besar
Pada 1 Oktober lalu, pihak Onecoin mengatakan bahwa dengan blockchain versi mereka yang baru, dapat menambang 120 miliar koin. Bahkan, mereka juga melipatgandakan seluruh koin para membernya. Tentu hal ini akan cukup mustahil.
Berkaca pada Bitcoin, jumlahnya justru dibatasi sebanyak 21 juta saja. Pembatasan itu justru yang nantinya akan membuatnya dapat mengatasi laju inflasi. Jika jumlah koin semakin banyak, pasar yang terbuka dan transparan, tentu juga nantinya akan dapat mempengaruhi harga.amun Onecoin justru cukup aneh dengan memperbesar jumlah total koin mereka. Tentu saja, karena makin lama, mereka makin membutuhkan dana yang lebih besar. Bisa jadi, upaya melipat gandakan jumlah koin membernya, dipakai sebagai senjata pamungkas agar terus dapat menggaet member baru lagi. Padahal, skema Ponzi umumnya memang harus terus membutuhkan dana masuk yang selalu lebih besar. Hingga pada suatu saat akan runtuh karena tidak bisa terpenuhi.
Read More

Badan Perlindungan Konsumen Polandia Akan Selidiki Onecoin

Tidak ada komentar:

Badan Perlindungan Konsumen Bersama Kejaksaan Nasional Polandia Akan Selidiki Onecoin

Badan Perlindungan Konsumen. Seseorang bernama Miroslawa Suchonia mengirimkan aduan sekaligus permintaan kepada Departemen Kehakiman Polandia terkait dengan praktek Ponzi Onecoin. Miroslawa mengajukan permintaan penyelidikan tersebut pada tanggal 27 Juli 2016 yang lalu.
Landasan permintaan penyelidikan agar dilakukan oleh Departemen Kehakiman Polandia tersebut dilandasi karena dikhawatirkan akan dapat mengganggu peraturan perbankan di negeri tersebut. Namun Departemen Kehakiman telah memberikan jawabannya pada tanggal 13 September 2016.
Menurut Lukasz Piebiak, dari Departemen Kehakiman Polandia yang dibublikasikan di situsnya, menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Pihak Departemen Kehakiman Polandia selama ini tidak pernah melakukan penyelidikan terkait Onecoin. Dan menurut mereka, Onecoin tidak melanggar peraturan perbankan di Polandia.
Jawaban dari aduan dan sekaligus permintaan penyelidikan kepada Onecoin ini memang masuk akal. Karena Onecoin memang sejauh ini tidak menggunakan perbankan di Polandia dalam praktek Ponzi mereka. Saat ini, Onecoin memang hanya menggunakan dua akun perbankan, United Overseas Bank di Singapura, dan Bank of Afrika di Tanzania.
Namun justru berkat adanya permintaan Miroslawa tersebut, telah diteruskan di Badan Perlindungan Konsumen Polandia untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan bersifat resmi.
Dasarnya adalah karena pihak dari Kantor Kejaksaan Nasional Polandia, melihat adanya potensi pelanggaran penyelenggaraan praktek pasar yang tidak adil oleh Onecoin. Praktek investasi Onecoin, berupaya menjaring member untuk melakukan deposit dengan iming-iming ROI hingga 100%. Deposit member Onecoin bahkan senilai 118.000 Euro. Jumlah itu setara dengan Rp. 1.726.843.270,- atau kurang lebih 1,7 miliar.
Sedangkan untuk berusaha menutupi praktek dugaan pencucian uang, pihak Onecoin selalu berusaha menutupi penggunaan nama perusahaannya dalam membuka rekening bank untuk penampungan dana deposit member mereka.
Kabarnya, pihak Onecoin juga telah membuka rekening baru di Siena – Italia. Akun baru tesebut menggunakan nama “Educamax Services SRL”. Nama tersebut ditelusuri dari Banca Monte dei Paschi (Banca MPS). Padahal, sebelumnya, pihak Onecoin biasanya menggunakan nama akun International Marketing Services Pte Ltd. Pembukaan rekening baru tersebut, diduga karena Onecoin bahkan juga telah kehilangan rekening mereka di Bank of Afrika. Namun, hal ini memang masih belum jelas kebenarannya.
Sumber: Behind MLM
Read More
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com